Nurani yang “tergugah” kala kepentingan Pribadi mendesak

Scum Add comments

Broken Heart

<sebelum>
Tak hanya ucap hiba dan meratap
Bahkan air mata pun tak haram ku teteskan
Pelukan dan belaian kepada “si teraniaya” Kerap ku lakukan….

Bujuk rayu dan janji manis selalu terucap dari bibirku
Kalimat bermadu meluncur begitu mudah
Manabur mimpi dan harapan kesetiap insan

Wahai kaum teraniaya
Akulah harapanmu
Akulah sang dermawan
Akulah yang akan membawa perubahan
Bahwa esok akan lebih mudah
Bahwa esok tidak akan ada lagi derita

Semua itu bukan hal yang mustahil terjadi jika kalian
Wahai kaum teraniaya
Jika kalian mendukung saya
Untuk menjadi yang terwahid di sini…

<sesudah>
Tiba-tiba aku menjadi amnesia
Lupa dengan apa yang pernah kuperdengarkan
Kedermawananku hilang
Ketakutan menjadi orang yang tak berharta
Waspada dan curiga kepada sesama
Tak lagi bisa membedakan yang hak dan bathil
Kusingkirkan yang berbeda
Tak berhenti makan karena selalu lapar

Dan kata-kata yang sering kuperdengarkan kepada kaum tertindas adalah:
“Saya ajak kalian saudara-saudaraku untuk hidup lebih sederhana, sanggupkah kalian…?”

Tentu saja mereka sanggup, karena memang itulah keseharian mereka
Sementara saya, ulang tahun kucing saya aja nyewa “Public Figure”
———-
<kekecewaan seorang morbid>

Comments are closed.

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Log in