Lambat Ditangani Medis Gara-gara Tidak Punya Biaya
Berita hari ini di metro balikpapan, betul-betul merupakan tamparan yang menyakitkan, terutama bagi diriku sendiri, betapa tidak… ternyata hal begini terjadi juga di kota ini, very very sad….
Ampunilah hambamu ini, ya Allah
Karena ngga mampu berbuat apa-apa…
Hanya kesedihan yang menyesakan dada
Yang kurasakan disaat ngebaca berita duka ini…
Sudah lunturkah rasa kepedulianku terhadap sesama, ya Allah..
Hanya doa yang dapat aku panjatkan
Semoga Allah SWT memberikan ketabahan kepada keluarga Bp. Aziz dan Ibu Ngatiyem.

Berikut beritanya :BALIKPAPAN – Kalimat pelesetan orang miskin dilarang sakit sering menjadi kenyataan dalam kehidupan warga Balikpapan. Maksudnya, kalau bisa orang miskin jangan sakit karena nantinya akan kesulitan mencari biaya pengobatan.
Kisah ini dialami keluarga Abdul Azis (40) dan Ngasiyem (35) warga Jalan Agung Tunggal RT 54 No 178 Kelurahan Damai. Karena miskin, dia tak bisa membiaya pengobatan bayinya Della (11 bulan) yang sakit parah. Sampai akhirnya Della meninggal dunia sekitar pukul 20.00 Wita malam tadi di RSU Kanudjoso Djatiwibowo (RSKD). Bayi perempuan itu menghembuskan napasnya yang terakhir di ruang Flamboyan B kamar nomor 6.
Kematian Della membuat si ibu, Ngatiyem histeris. Sepertinya dia tidak bisa menerima kenyataan kalau bayi kecilnya meninggal dunia. Sambil menggendong anak pertamanya berusia 4 tahun, Ngasiyem tidak henti-hentinya menangis dan menjerit di samping jenazah Della sambil memanggil-manggil anaknya. Suasana di ruangan Rumah Sakit ini sempat menjadi rumah duka yang amat dalam karena tangisan dan rintihan ibunda Della. Tangisan kakak almarhumah Della di pangkuan ibu menambah pilu suasana.
Melihat istrinya menangis, Abdul Azis tak bisa berbuat banyak. Keterangan Abdul Azis, awalnya Della hanya mengalami batuk dan pilek biasa, lalu diberi obat-obatan yang didapat dari warung terdekat. “Tapi mendadak Della mengalami panas yang tinggi dan mengalami kejang,” ungkap ayah Della Abdul Azis disela tangisan ibunya. Karena panik, tanggal 8 Desember lalu Della dilarikan ke Rumah Sakit Balikpapan Baru, tapi karena mahalnya biaya perawatan, Della dibawa ke rumah. Karena minimnya keadaan perekonomian keluarga ini, Della yang masih dalam keadaan sakit harus dirawat tanpa bantuan medis sama sekali. Setelah orang tua dewi mendapatkan uang pinjaman pada kerabat dekatnya barulah pada tanggal 10 Desember Della dibawa lagi ke RSKD dan saat itu Della langsung dirawat di ruang ICU.
Setelah delapan hari menjalani perawatan di ruang ICU karena keadaan Della yang sangat kritis. “Mata Della sudah mengecil dan lidahnya selalu melekat pada langit-langit bagian atas mulutnya,” ungkap ayah Della. Hal inilah membuat Della tidak bisa disuapin makanan oleh orang tuanya, Dokter pun akhirnya memasukan selang melalui hidungnya untuk memasukan susu ke dalam tubuhnya. Delapan hari berselang Della akhirnya boleh ke perawatan inap biasa di ruang Flamboyan B 6. Menurut keteragan ibunda Della, Della hanya tertidur lemas tanpa pernah menangis,” ungkapnya sedih . Dan kini Ngasiyem tak akan pernah mendengar tangisan bayi mungilnya itu untuk selamanya. Diduga kuat Della mengalami infeksi otak akibat kepalanya mengalami benturan.(bm 5)






Recent Comments