Ada Leopard di Compaq Presario C700

Quick Review Comments Off

Didasari dari keinginan untuk mencicipi system operasi milik Apple Machintos 10.5.xx Leopard maka sejak beberapa bulan yang lalu aku mulai berburu (a.k.a download) berbagai jenis OS milik Apple yang sudah dimodifikasi (hackintOS) sehingga dapat dijalankan di mesin non Apple.

Hasrat ini dipermudah oleh pihak Apple sendiri yang sejak tahun 2005 tidak lagi menggunakan Processor produksi IBM dan menggunakan Processor produksi Intel.
Read the rest of this entry »

Partisipan Musim 2010

Scum 1 Comment »

iseng-iseng posting ini aja

Kalo nyang ini jagoan ane…

Selamat Jalan Sahabat…

Scum 3 Comments »

Selamat Jalan Sahabat
ngga akan banyak yang bisa aku tulis
hanya doa teriring untukmu sahabat
semoga amal ibadahmu diterima di sisi Allah SWT

selamat jalan sahabat
kenangan yang terukir tidak akan terlupa
maafkan aku yang seolah-olah melupakanmu
bahkan nama lengkapmu aku ngga tau

Selamat jalan sahabatku, Mila

Mobil-mobil yang akan bertarung di taon 2009

Scum Comments Off

Lama ngga’ pernah posting, begitu pengen posting ternyata hal yang ngga’ penting banget, btw it’s oke lah…
ketimbang ngga’ posting…
Berikut mobil-mobil yang akan bertarung untuk musim 2009.
#FERARI

#MC Laren

inilah RUU Pornografi

Scum Comments Off

Kemaren2 sempet dapet kutipan berikut yang seperti keren buat di renungkan…
Hanya bagi yang mau merenunginya aja ya…
Sepertinya ngga perlu takut kalo RUU ini disyahkan jadi UU…
Karna UU ini hanya mengatur dan membuat teratur manusia..
Kecuali jika saya tidak merasa sabagai manusia saya pasti akan “parno” dengan UU ini….
Read the rest of this entry »

Puting Beliung not Untung Beliung

Scum Comments Off

Rabu Tanggal 09 Juli 2008, hari dimana mungkin bagi sebagian orang Balikpapan adalah hari yang ngga bakal bisa dilupakan dengan mudah, pada hari itu hujan dari subuh hingga siang/sore hari sempet membuat suasana Balikpapan mencekam, gelap dan berduka.
Tumbnail Puting Beliung Parikesit
Read the rest of this entry »

Quick Review Elive Linux liveCD

Quick Review Comments Off


Where Debian meets Enlightenment
Kemaren hari sempet download yg versi live, dan coba running di PC rumah, kesan pertama begitu menggoda tampilan desktopnya yang lumayan keren, hanya sayang versi installnya kudu berbayar.
mungkin reviewnya cuman sedikit yang penting singkat, padat dan ngga jelas (lagi musim).







Outsourcing = Kuli Kontrak

Scum Comments Off

Dikutip dari detik.com
Den Haag – Namanya mentereng: outsourcing. Padahal ini kuli-kontrak (de contract-koelie), penjajahan tenaga kerja ala Jacobus Neinhuys (1863). Tenaga produktif pemuda bangsa kita diperas habis.

DPR dan pemerintah mirip personifikasi gouverneur-generaal, tutup mata. Akibatnya penjajahan moderen itu terus berlangsung siang malam. Karena gouverneur-generaal mendiamkan, diam tanda setuju, maka perusahaan makin berbondong-bondong memakai outsourcing: tenaga produktif diikat kontrak, tapi seumur hidup tidak diangkat jadi karyawan tetap.

Ini sama persis dengan era Jacobus Nienhuys, perintis perkebunan tembakau di Sumatera, yang kemudian disusul pengusaha Belanda lainnya untuk kopi dan karet. Para pengusaha dan pemerintah kolonial Belanda meraup keuntungan luarbiasa berkat tenaga outsourcing dari Cina dan Jawa! Di atas kertas mereka dikontrak untuk periode tertentu, tapi praktiknya penjajahan. Bayaran sekadar simbol, tak bisa menutup kebutuhan dasar sandang-pangan, perumahan, kesehatan, apalagi pendidikan. Hal sama terjadi pada tenaga outsourcing Jawa yang dikirim ke Suriname.

Tanyakan kepada para tenaga outsourcing saat ini. Nasib mereka sama persis dengan para pendahulu, yang dijadikan tumbal kesejahteraan pengusaha Belanda. Tak ada kepastian dan perlindungan. Pengusaha bisa bebas seenaknya mengeksploitasi dan mengeruk kekayaan dari tenaga mereka.

Di Negeri Belanda saat ini bayaran tenaga outsourcing justru lebih tinggi dan hak-hak lainnya sama dengan pegawai tetap. Setelah 3 bulan dipakai, maka perusahaan wajib mengangkat mereka sebagai pegawai tetap. Kalau dilanggar, sanksinya bisa membuat bangkrut. Di Indonesia kalaupun gaji tidak lebih tinggi, hak-hak tenaga outsourcing itu mestinya sama, dengan perspektif pegawai tetap. Karena ini soal manusia. Jika tidak, maka outsourcing tak lebih dari perbudakan dan penjajahan gaya baru. Jelmaan de contract-koelie kolonial Belanda dan konyolnya direstui DPR dan pemerintah!

Keterangan penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Tulisan ini merupakan pendapat pribadi dan tidak menggambarkan sikap/pendapat tempat institusi penulis bekerja. ( es / es )

Keterangan pengutip:
Jika Penulis adalah koresponden detikcom di Belanda. Maka pengutip dalam hal ini saya adalah orang yang sedang mengalami hal yang beliu tulisakan, namun sekali lagi yang harus dikedepankan adalah pertanyaan “Nikmat mana lagi yang saya dustakan..?” jawabnya “Tidak Ada” Alhamdulillah.

PESTA BLOGGER KALTIM 2008…. (Pesta..?)

Scum 4 Comments »

Kemaren pada hari Minggu, tanggal 29 Juni 2008 iseng-iseng ikutan acara ICT Gathering 3 yang mengusung tema Pesta Blogger Kaltim 2008 (seperti yang tertulis pada Banner di depan) kehadiran ku diacara ini sebenarnya didorong rasa penasaran, seperti apa sih acara-acara pertemuan, seminar, gathering yang diadakan dan diperuntukan bagi para penggiat IT di Balikpapan. Sebenarnya aku dari dulu pengen ngikut acara-acara seperti ini, tapi dikarenakan biasanya hari Minggu disibukan dengan Gotong Royong di Kampung, ya…. baru kali ini kesampaean.
Read the rest of this entry »

Sifat Anak Perawan

Scum Comments Off

Dikutip dari sini menarik dan lucu aja….

Berawal dari omelan emak gue atas ketidakmampuan gue menahan godaan tidur..dilanjutkan dengan sifat2 gue yang kata ibu tercinta tidak menuruti harapan masyarakat akan seorang wanita muda…gue mengumpulkan 4 sifat anak perawan yang menurut gue harus diluruskan dan dibenarkan.

1. Anak perawan bangunnya pagi
“Anak perawan jam segini baru bangun…gimana bisa dapet rejeki?!” begitu komentar nyokap gue, klo gue dengan apatisnya menarik selimut gue sampai sebatas alis, berusaha mengabaikan lampu kamar yang sengaja dihidupkan dan sinar matahari yang secara ga sopannya menerobos jendela gue. Adalah suatu misconception klo disebut anak perawan itu harus bangun pagi. Justru karena gue perawan gue punya hak buat bangun siang! Coba klo gue dah kawin, gue bakal harus bangun pagi 7x seminggu untuk nyiapain sarapan buat suami, mandiin anak2, terus mandiin kebo klo gue kerja di sawah. Justru kesempatan emas buat kita yang belum terbebani kerja rumah tangga untuk sesekali menikmati hiburan murah meriah, sehat dan tidak menyusahkan; tidur!

2. Anak perawan kamarnya rapi
Naa..klo ini sering kedenger, bukan hanya dari nyokap gue, tapi juga dari temen2 cowo gue. “Bused dah, anak perawan kamarnya kayak kapal pecah, gimana bisa dapet jodoh???” Sungguh suatu pernyataan yang sexist menurut gw. Anak perjaka kamarnya secara umum lebih berantakan dari kamar anak perawan, tapi gak pernah tuh dicela2, apalagi disumpahin ga laku seumur hidup. Seolah2 anak perempuan itu harus rapi…bersih..ayu…senantiasa, supaya nanti kalau dah nikah bisa mengurus rumah dengan baik. Lha klo uda kayak gitu, dapet jodoh brantakan ancur2an, gue juga yang harus rapiin gitu? Nyari istri apa pembantu?!

3. Anak perawan bicaranya halus
Bukan salah gue klo gue cablak, see from the bright side, mungkin tanda2 kecerdasan linguistic. Tapi sering gue diprotes, “hush…anak perawan ngomongnya kenceng banget…ga sopan!” Apa hubungannya keperawanan sama pita suaraaaa??? Itu hubungannya sama turunan gitu. Klo nyokap gue pita suaranya ga kualitas nomer satu gitu kan, gue juga bakal alus2 dan ngomong pake kromo inggil (bener ga nulisnya?). Dan emang klo gue dah ga perawan, suara gue bisa berubah gitu? Klo udah nyebut2 turunan Betawi yang terkenal lenongnya, nyokap gue yang berbalik sewot, ga ada hubungannya gen sama cara ketawa! Rasis kamu! Yap mam! Emang kagak ada hubungannya, apalagi sama keperawanan!

4. Anak perawan jalannya rapet
Kalau gue tidak mewarisi bentuk kaki bapak gue yang emang bukan idaman stiap wanita, gue yakin jalan gue ga bakal ngegang. Dan kalau gue tidak dianggep anak laki pas TK, gue yakin gue akan sedikit lebih feminim. Tapi tanpa menyadari latar belakang dan kondisi fisik gue, tetep loh sejak kelas 5 SD gue disuru ‘benerin jalan’. “Jalan yang rapet kenapa si? Kayak abis diperawanin aja…” Ini menurut gue adalah pembodohan masyarakat! Menurut pendidikan seks yang gue dapet pas gue SMP, kita tidak bisa menentukan seseorang perawan atau tidak, tanpa melalui uji tes x-ray atau USG, apalagi hanya melalui cara jalan. Cara jalan yang tidak benar yang kadang tampak setelah hubungan sex muncul karena nyeri yang disebabkan kurangnya cairan sendi pada tulang selangkangan. Hal ini disebabkan karena keletihan atau hubungan sex pada organ yang masih premature, misalnya terjadi pada kasus pemerkosaan dan hubungan sex usia dini. Jadi secara biologis, ga ada tuh aturannya anak perawan jalannya beda!
Kadang2, pas gue lagi tinggal sama nyokap (pas di Jakarta), timbul rasa kesal yang bukan main apalagi kalau lagi enak2nya ngelepus. Dan itu akan memicu keberanian dan kekurangajaran gue, “Emang masi perawan?”

Biasanya nyokap gue bakal terdiam melongo ga bisa ngebales. Terus tangannya terangkat ke atas…dengan telapak tangan membentuk sudut 45 derajat ke arah pipi gue…Dan melihat situasi ga enak ini, gue bakal segera menarik ucapan gue, “BECANDA MAK! BECANDA! BENER DAH BECANDA! SUMPAH!” lalu gue bakal lompat dari tempat tidur dan dengan kaki rapat membereskan kamar gue, semua dengan suara diperhalus. Ahh..gue tetep harus mengikuti aturan anak perawan….

Renungan: sifat anak perawan apalagikah yang ada dalam masyarakat?